Senin, 18 Februari 2008

Hukuman Berat Buat Stepney & Coughlan

entry-content'>

LONDON - Penyelidikan kasus skandal mata-mata yang terjadi di ajang Formula One (F1) musim lalu terus di lakukan. Mantan mekanik Ferrari Nigel Stepney, tokoh kunci dalam skandal itu, saat ini sedang dihadapkan pada hukuman berat. Stepney dikabarkan akan mendapat pelarangan bergelut di dunia otomotif.Ancaman itu tentu membuat mekanik berusia 49 tahun ini terancam gagal bergabung dengan FIA GT outfit Gigawave Motorsport. Sebelumnya, kasus memalukan ini telah membuat Stepney diusir dari tim Kuda Jingkrak dan McLaren harus membayar denda sebesar USD100 juta. Bahkan McLaren juga harus merelakan gelar konstruktor terbaik di F1 dicabut.Sebuah pertemuan yang akan diselenggarakan di London untuk membahas kasus ini batal dilakukan karena masalah penerbangan di Jenewa Swiss. Namun FIA telah menjadwalkan ulang pertemuan itu Maret nanti."Stepney memang telah menunda pertemuan itu dengan alasan masih mempersiapkan sebuah pembelaan," ujar Jaksa Agung di Buckinghamshire Coyle White Devine dalam sebuah pernyataannya seperti yang dilansir crash, Minggu (17/2/2008).Di tempat terpisah, sebuah pertemuan yang dijadwalkan akan mempertemukan senior McLaren seperti Ron Dennis dan CEO Martin Whitmarsh dengan jaksa penuntut umum Modena Giuseppe Tibis juga dibatalkan. Pertemuan itu direncanakan akan dilakukan Senin nanti namun dibatalkan dan belum ada tanggal tetap untuk menggantikannya."Mereka tidak datang," ujar sekertaris Tibis seperti yang dilansir reuters.Menanggapi batalnya pertemuan itu, tim pengacara McLaren mengatakan bahwa ada beberapa hal dari surat kiriman pihak yang berewewenang di Modena yang perlu ditinjau ulang.FIA sendiri mengatakan bahwa pertemuan di London itu diadakan untuk memberikan sanksi terhadap dua tokoh sentral kasus ini yakni, Stepney dan chier desainer McLaren Mike Coughlan. FIA juga telah memberikan ancaman bagi keduanya dengan pelarangan bergelut di dunia motosport internasional dalam waktu yang lama.

Tidak ada komentar: