Sabtu, 23 Februari 2008

Tim Renault Penuh Misteri

entry-content'>

ENSTONE - Formula One (F1) akan dimulai bulan depan. Semua tim dan pembalap telah menjalani serangkaian tes di awal tahun 2008 untuk menganalisa kekuatan lawan. Namun, masih ada satu misteri yang belum terkuak. Seperti apa kekuatan Renault sesungguhnya?
Renault memang mengalami masa pasang surut. Tahun 2005 dan 2006 tim pabrikan Perancis ini menjadi yang terbaik, menjadikan Fernando Alonso juara dunia F1. Kala itu, Alonso yang berduet dengan Giancarlo Fisichella tampil mendominasi di beberapa seri.
Namun, performa Renault kembali menurun bersamaan dengan hengkangnya Alonso ke McLaren Mercedes. Kini, si anak hilang dari Spanyol itu telah kembali. Semua punggawa di tim Renaultpun seperti terpompa motivasinya. Bahkan, Bos tim, Flavio Briatore kembali mempunyai nyali untuk menatap musim tahun ini.
Tapi, hingga tes terakhir di Barcelona, Fernando Alonso dan Nelson Piquet Jr terlihat masih tampil angin-anginan. Bahkan, Alonso yang menjadi pembalap kesayangan Flavio Briatore mulai ragu dengan penampilan mobil teranyar mereka, R28.
Meskipun begitu, kubu Renault kadang mengeluarkan nada optimis meskipun tidak dibarengi dengan performa yang mengesankan selama ujicoba. Hal itulah yang membuat pertanyaan dibenak para penggemar F1. Apakah Renault menyembunyikan kemampuan sesungguhnya?
Mungkin saja, tim ini mempunyai kualitas untuk mensejajarkan diri dengan Ferrari dan McLaren. Untuk pembalap mereka juga telah mendapatkan yang terbaik saat ini. Tidak ada yang memungkiri kehebatan Alonso di adu balap jet darat ini.
Kegemilangan tim-tim F1 di beberapa tes juga tak lantas menciutkan nyali tim Renault. Bahkan kegemilangan salah satu seterunya, Ferrari, di beberapa tes terakhir tak membuat bos teknik Renault Pat Symonds pesimis.
Meski mengakui penampilan Ferrari paling meyakinkan dari tim lain, namun Symonds dengan tegas menolak jika Ferrari sulit ditandingi. Bahkan, Symonds dengan terang-terangan tidak menganggap mobil teranyar Kuda Jingkrak, F2008 menjadi sesuatu yang menakutkan.
"Kami berada di grup dibawah Ferrari. Ini terlihat bahwa mereka (Ferrari-red) adalah tim yang tak tersentuh, tetapi saya melihat mereka tidak sehebat yang terdengar saat tes di Bahrain," ujar Symonds kepada surat kabar Spanyol Diario AS, Sabtu (22/2/2008).
Ya, Renault memang masih penuh misteri. Ferrari dan McLaren patut menyadari comeback-nya Renault. Dan bukan hal yang mustahil Renault akan kembali masuk dalam jajaran tim kasta elit di F1.

Tidak ada komentar: